Tojo Una-una – Kondisi hutan yang makin kering di sejumlah wilayah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah, mulai menjadi perhatian warga.
Pantauan Mediaini pada Kamis (29/10/2026), pepohonan dan rumput terlihat mengering di wilayah Ulubongka, Tojo, Tojo Barat, dan beberapa kecamatan lainnya. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), apalagi kebakaran dan kabut asap masih terjadi di sejumlah titik.
Di tengah kondisi tersebut, warga mengingatkan agar masyarakat lebih hati-hati saat beraktivitas di sekitar hutan maupun lahan kering. Puntung rokok yang dibuang sembarangan atau pembakaran yang tidak dikontrol bisa memicu api dan membuat kebakaran meluas.
“Ini rawan kalau ada yang buang api seperti rokok atau ada yang membakar, Pak,” ujar salah seorang warga kepada Media ini , Kamis (29/10/2026).
Selain pepohonan dan rumput yang mengering, bau menyengat juga tercium saat melintas di jalur Trans-Sulawesi. Bau tersebut diduga berasal dari bangkai hewan, tetapi sumbernya belum dapat dipastikan.
Sementara itu, berdasarkan data yang sebelumnya diterima Media ini
dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tojo Una-Una, luas kumulatif hutan dan lahan yang terbakar sebelumnya 200 hektare dan hingga kini akhir Oktober 2026 diperkirakan sudah melampaui 260 hektare.
Angka tersebut menjadi perhatian bersama, terlebih kondisi vegetasi yang mengering dapat meningkatkan risiko api menyebar apabila terjadi kebakaran baru.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una telah menetapkan status keadaan darurat karhutla melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/20/BPBD/2026. Pemerintah daerah juga melarang keras pembukaan lahan dengan cara membakar.
Masyarakat pun diimbau supaya lebih waspada, tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Warga yang melihat api atau asap di kawasan hutan diminta segera melaporkannya kepada petugas agar bisa ditangani secepatnya.
Dengan saling mengingatkan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api, masyarakat diharapkan dapat membantu mencegah kebakaran meluas di wilayah Tojo Una-Una.