Tojo Una-Una – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una menerima bantuan sebanyak 500 lembar bronjong dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III) Palu. Bantuan tersebut akan digunakan untuk memperkuat penanganan wilayah yang terdampak banjir dan abrasi sungai.
Pemberian material bronjong menjadi langkah lanjutan pemerintah dalam memperkuat perlindungan infrastruktur sumber daya air, khususnya pada sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan akibat derasnya arus dan gerusan sungai.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tojo Una-Una, Faisal Sanang, mengatakan bantuan tersebut diperoleh melalui koordinasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat melalui kementerian terkait, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dan BWSS III Palu.
“Bantuan ini merupakan hasil koordinasi yang dilakukan Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, bersama pihak-pihak terkait untuk mendukung percepatan penanganan dampak banjir dan abrasi sungai,” ujar Faisal mewakili Kepala Dinas PUPR Tojo Una-Una, Asfan Supu.
Menurut Faisal, bantuan tersebut diambil di Kantor BWSS III Palu pada Jumat (31/7/2026). Sebanyak 500 lembar bronjong kini telah diterima seluruhnya oleh Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una.
Selanjutnya, material tersebut akan disalurkan ke sejumlah titik prioritas yang mengalami kerusakan. Penentuan lokasi pemasangan akan dilakukan berdasarkan kajian dan identifikasi teknis yang dilakukan Dinas PUPR di lapangan.
“Bronjong akan dipasang pada titik-titik yang membutuhkan penguatan tebing sungai. Harapannya dapat mengurangi risiko abrasi, menjaga infrastruktur yang berada di sekitar aliran sungai, serta memberikan perlindungan bagi masyarakat,” jelas Faisal.
Banjir dan abrasi sungai masih menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan secara berkelanjutan, khususnya di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Dengan adanya dukungan material dari pemerintah pusat, Pemkab Tojo Una-Una berharap upaya mitigasi bencana dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain penanganan kondisi darurat, penguatan infrastruktur sungai dinilai penting untuk mengurangi risiko kerusakan berulang akibat perubahan kondisi dan derasnya aliran air.