TOJO UNA-UNA — Kabar baik datang dari Puskesmas Ampana Timur. Puskesmas yang berada di Kecamatan Ratolindo itu kembali mencatat capaian positif setelah menerima penghargaan dari BPJS Kesehatan Cabang Luwuk.

Penghargaan tersebut diberikan karena Puskesmas Ampana Timur berhasil mempertahankan capaian Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) sebesar 100 persen sejak Mei 2026.

Penghargaan itu juga diterima bersama Puskesmas Tete dan Puskesmas Wakai.

Penyerahan penghargaan berlangsung dalam Rapat Lintas Sektor Kabupaten yang membahas evaluasi capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, kesehatan lingkungan, serta penanganan penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan dan PPKB Kabupaten Tojo Una-Una tersebut berlangsung di Hotel Grand Ananda, Selasa (28/7/2026).

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Kesehatan dan PPKB Kabupaten Tojo Una-Una, dr. Niko, jajaran Dinas Kesehatan, Kepala BPJS Kantor Kabupaten Tojo Una-Una Arsana Arsamanggala, para kepala puskesmas se-Kabupaten Tojo Una-Una serta sejumlah pemangku kepentingan bidang kesehatan.

Kepala Puskesmas Ampana Timur, Ni Made Lidia, mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar sebuah prestasi, tetapi menjadi bukti kerja bersama seluruh tenaga kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, capaian ini hasil kerja keras seluruh tenaga kesehatan yang setiap hari berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Ni Made Lidia.

Ia mengatakan, pihaknya ingin seluruh peserta JKN mendapatkan pelayanan yang cepat dan ramah tanpa membeda-bedakan.

Mulai dari bayi, ibu hamil, balita, lansia hingga masyarakat dengan penyakit kronis, semuanya diharapkan mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan.

“Puskesmas ada untuk melayani masyarakat, bukan mempersulit,” tegasnya.

Menurutnya, pelayanan kesehatan ke depan tidak cukup hanya menunggu masyarakat datang ke puskesmas.

Karena itu, berbagai pelayanan yang langsung menyentuh masyarakat akan terus diperkuat, seperti kunjungan rumah, Posyandu, Posbindu hingga pelayanan kesehatan di sekolah.

“Kalau penyakit bisa dicegah dari awal, masyarakat tentu lebih sehat. Itu yang kami harapkan. Jadi pelayanan kesehatan harus makin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Ni Made Lidia menambahkan, capaian KBK 100 persen tidak berarti pekerjaan meningkatkan pelayanan sudah selesai.

Sebaliknya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Puskesmas Ampana Timur untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, melengkapi fasilitas, meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan serta menghadirkan inovasi baru.

“Harapan kami sederhana, masyarakat Ampana Timur sehat, produktif dan semakin percaya dengan pelayanan di puskesmas,” ungkapnya.

Seiring peningkatan kualitas pelayanan, kepercayaan masyarakat terhadap Puskesmas Ampana Timur juga disebut semakin tumbuh.

Sejumlah warga menilai pelayanan yang diberikan saat ini lebih cepat, ramah dan mudah diakses dibanding sebelumnya.

Bersama Puskesmas Tete dan Puskesmas Wakai, Puskesmas Ampana Timur diharapkan dapat terus mempertahankan capaian tersebut dan menjadi salah satu puskesmas percontohan di Kabupaten Tojo Una-Una dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan dekat dengan masyarakat.