TOJO UNA-UNA — UPT Puskesmas Ampana Timur membuka ruang bagi masyarakat dan lintas sektor untuk menyampaikan masukan terkait pelayanan kesehatan.

Hal tersebut dilakukan melalui Forum Komunikasi Publik (FKP) yang berlangsung di Puskesmas Ampana Timur, Jalan Kolomboi, Desa Sabulira Toba, Kecamatan Ratolindo, Sabtu (8/8/2026).

Forum ini sekaligus menjadi momentum mengevaluasi hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) dan melihat kembali standar pelayanan yang selama ini diterapkan.

Sebanyak 31 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Peserta berasal dari unsur terkait dan lintas sektor.

Hadir di antaranya Camat Ratolindo, Kabag Hukum Pemda Tojo Una-Una, Kabag Ortal serta perwakilan Kepala Puskesmas Ampana Timur.

Kepala Puskesmas Ampana Timur, Ni Made Lidia, S.Tr.Keb., M.Si., mengatakan pihaknya ingin memastikan pelayanan yang diberikan tetap sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, sejumlah hal menjadi perhatian dalam forum tersebut. Mulai dari standar pelayanan, hasil SKM, mekanisme pengelolaan pengaduan, keterbukaan informasi hingga koordinasi lintas sektor.

“Yang sudah berjalan baik tentu kita pertahankan. Yang masih belum memenuhi harapan masyarakat, itu yang kita jadikan perhatian untuk diperbaiki,” ujar Ni Made Lidia saat dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp.

Ia menegaskan, masukan masyarakat yang disampaikan dalam FKP tidak akan berhenti pada forum tersebut.

Pihak puskesmas akan menyusun rencana tindak lanjut dengan mencantumkan penanggung jawab, target waktu serta mekanisme monitoring dan evaluasi.

Menurutnya, pola tersebut diperlukan agar setiap hasil evaluasi mempunyai arah yang jelas dan bisa diukur hasilnya.

Selain peningkatan kualitas pelayanan, kegiatan FKP juga berkaitan dengan kesiapan Puskesmas Ampana Timur menghadapi PEKPPP Tahun 2026.

Karena itu, sejumlah aspek seperti koordinasi lintas sektor, keterbukaan informasi pelayanan dan pengelolaan pengaduan terus diperkuat.

Ni Made Lidia mengatakan pelayanan kesehatan tidak boleh hanya dilihat dari sisi fasilitas dan tenaga yang tersedia.

“Yang masyarakat butuhkan bukan hanya fasilitas. Respons terhadap kebutuhan masyarakat, keterbukaan informasi dan bagaimana kita menangani keluhan juga sangat menentukan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap forum tersebut menjadi pijakan bagi Puskesmas Ampana Timur untuk terus berbenah.

“Intinya, evaluasi ini bukan untuk mencari kekurangan. Yang sudah baik tetap dipertahankan, sementara yang masih kurang harus segera dibenahi,” pungkasnya.