JAKARTA — Pemerintah memastikan persoalan anggaran tidak akan menghambat penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah siap mendukung kebutuhan pembiayaan penanganan bencana tersebut.

Kepastian itu disampaikan Purbaya kepada anggota DPR RI melalui sambungan telepon dalam Rapat Satuan Tugas Penanggulangan Pasca Bencana (Satgas Galapana) DPR RI, Minggu (16/8).

Purbaya menjelaskan, pemerintah memang belum menetapkan secara rinci besaran anggaran khusus untuk penanganan bencana di NTT. Namun, pemerintah telah menyiapkan anggaran yang dapat digunakan sebagai tahap awal melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Purbaya, masih tersedia dana sekitar Rp5 triliun di BNPB untuk kebutuhan penanganan bencana, meskipun sebagian dana tersebut kemungkinan telah digunakan.

“Untuk pertama kan biasanya kita pakai dana dari BNPB yang sudah kita siapkan. Masih ada tuh Rp5 triliun kalau nggak salah ya. Mungkin sebagian terpakai tapi masih cukup,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (17/8).

Ia memastikan pemerintah akan menambah anggaran apabila kebutuhan penanganan bencana di lapangan melebihi dana yang tersedia.

“Kalau untuk bencana kan nanti dari BNPB dulu, nanti kalau kurang baru kita rekonstruksi. Jadi nggak ada masalah tuh. Kalau untuk bencana ada cadangan khusus, Pak,” katanya.

Purbaya juga mengungkapkan pemerintah memiliki dana siaga atau on call yang memang disiapkan untuk menghadapi kebutuhan penanganan bencana.

Sementara untuk pembangunan kembali fasilitas umum yang tidak dapat dibiayai melalui BNPB, pemerintah akan melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Jadi memang dana on call untuk setiap penanganan bencana sudah stand by,” tegas Purbaya.